Lagi-lagi dengan quarter life crisis, belum lagi ketambahan menjadi sandwich generation.
Ada orang yang berpikir kalau seseorang dikatakan terlambat karena...
"di umur yang sudah menginjak 25 tahun, seseorang masih luntang lantung mencari kerja. padahal di usia tersebut banyak yang sudah bekerja di perusahaan besar"
"teman-teman sudah banyak yang mengambil S2 bahkan S3, tetapi seseorang masih berjuang untuk bisa menyelesaikan sidang skripsi"
"masuk kepala 3 tetapi masih belum berkeluarga, disaat yang lain sudah menimang anak kedua bahkan ketiga"
Meanwhile..
Seseorang lulus kuliah di umur 22 tahun, tetapi dirinya perlu menunggu 5 tahun dulu untuk bisa memiliki pekerjaan yang secure untuk dirinya
Seseorang menjadi CEO di umur 25 tahun, dan meninggal di umur 50 tahun. Sedangkan ada yang lainnya lagi menjadi CEO di umur 50 tahun dan meninggal di umur 90 tahun
Obama pensiun diumurnya 45 tahun, dan Donald Trump baru memulai kesuksesannya di umurnya 70 tahun
Semua kondisi itu, terlihat terlambat jika kita membandingkan hidup kita dengan orang lain.
"Aku begini, sedangkan mereka sudah begitu"
Lalu mengapa? Kamu merasa kalah dan terlambat? Dalam hal apa?
Setiap orang di dunia ini tentu bekerja berdasarkan timeline mereka. Orang-orang di sekitar kita mungkin terlihat lebih di depan kita, atau di belakang kita. Tetapi semua orang berlari di lintasan mereka masing-masing dengan waktunya masing-masing.
Kamu bukan terlambat. Semua orang memiliki timeline kehidupannya masing-masing. Kondisi seseorang yang berbeda, bisa menghasilkan timeline hidup yang berbeda. And that't totally fine.
Jangan pernah merasa rendah karena membandingkan timeline hidup kita dengan orang lain. Terus berusaha yang terbaik. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk dapat berhasil. Mungkin, dalam timeline ini, kamu sedang berproses. Bukan terlambat.
Kita ngga pernah tau seberapa kuat usaha orang lain untuk menerima takdirnya. Jadi, jangan kita rusak hatinya dengan lisan yang tidak bertanggung jawab.
Komentar
Posting Komentar