Pernikahan bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi bagaimana kalian berdua tetap menjadi orang yang tepat untuk satu sama lain.
Ketika sudah memilih satu sama lain menjadi pasangan hidup, berkomitmenlah untuk terus saling tumbuh. Apabila salah satu berhenti belajar dan berhenti memberikan effort satu sama lain, kualitas pernikahan akan menjadi tidak sehat dan menjadi renggang.
Saling interopeksi. Saling mempelajari karakter dan kebiasaan satu sama lain. Saling kompromi.
Dari ketika masih sendiri, biasakan untuk senang belajar, senang upgrade diri sendiri, tunggu dan pilih pasangan yang bisa diajak belajar dan bertumbuh bersama.
Libatkan Tuhan di tengah hubungan kalian, kalian berdua ngga akan bisa make it tanpa Tuhan.
Cari pria yang takut dengan Tuhan, yang paham dengan agama. Tidak perlu sampai ahli agama, tetapi setidaknya dia tahu bagaimana dia akan menjadi seorang suami dan ayah kelak. Bisa memuliakan istri, menghargai hubungan mereka berdua, dan bertanggung jawab atas apa yang sudah ia akadkan. Setidaknya ia bisa memimpin dan menuntun kalian dalam beribadah.
Menikah bukan hanya tentang kamu dan pasangan, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar.
Pernikahan akan melelahkan walau kamu akur dengan pasangan, tetapi tidak dengan keluarganya. Anakmu di masa depan tidak bisa memilih siapa yang menjadi orang tuanya dan siapa yang mejadi figur kakek, nenek, om dan tantenya. Tetapi kamu bisa memilih siapa yang menjadi pasanganmu, yang sepaket dengan keluarganya.
Komentar
Posting Komentar