Aku tak berniat saksikan fajar menyingsing
Biarpun pancaran sinarnya seindah cahaya nirwana
Biarpun pancaran sinarnya seindah cahaya nirwana
Aku tak terpikat pada rembulan malam
Kendati langit dan bumi memuji keindahannya
Aku tak tertarik angin sepoi pantai utara
Meski hembusannya menyentuh sampai jiwaku
Aku hanya ingin menikmati tatapan manis matamu
Yang selalu kobarkan perasaan cinta di hatiku
Aku hanya mau memuji hidung anggun milikmu
Laksana mahkota permai yang disanjung para kesatria
Aku hanya sudi memandangi senyum menawanmu
Selaku pelipur lara duka kenangan pahit lamaku
Gadis
Kaulah alam semesta yang selalu kudambakan
Kaulah puisi hidup yang menaklukan hatiku
Kaulah alam semesta yang selalu kudambakan
Kaulah puisi hidup yang menaklukan hatiku
Komentar
Posting Komentar