Mungkin rasanya berat, mengikhlaskan yang masih berusaha kau genggam
Belajar merelakan sesuatu yang masih terus kau perjuangkan dengan caramu sendiri
Terkadang, kau masih ingin terus membangun sebuah harapan, namun ternyata kenyataannya tidak sejalan
Semuanya tampak rumit dan sulit
Tak jarang jika akhirnya kau malah tersakiti sendiri, oleh rasa-rasa yang tertinggal dalam hatimu
Memang tak akan pernah mudah, mengikhlaskan seseorang yang ketika kau berdoa saja tidak pernah kau lewatkan
Yang ketika kau berusaha, kau akan melakukan dengan sebaik-baiknya usaha
Mengikhlaskan dan menjalani hidup apa adanya
Sebab tak selamanya hidup ini perihal memiliki
Yang memilih belum tentu dipilih, kau merelakan bukan berarti kalah
Namun, ada takdir baik yang akan kau jalani di kemudian hari
Untukmu yang masih sulit mengikhlaskan dan merelakan,
Barangkali kau harus terus mengingatkan dirimu sendiri
Bahwa yang pergi akan segera digantikan yang lebih baik lagi
Bahwa mengikhlaskan dan merelakan adalah soal bagaimana hati yang terbiasa menjalaninya dengan apa adanya
Menjalani bahwa takdir harus seperti ini, takdir yang paling baik meski harus melalui ujian hati yang sesakit ini
Tetap semangat hati yang baik, semua butuh perjuangan
Butuh proses yang tidak sebentar
Namun, sebaik-baiknya proses adalah yang terus berusaha lebih baik dari sebelumnya
Bukan malah mengingat-ingat luka untuk memperparah luka sebelumnya
I love your writing
BalasHapus