Langsung ke konten utama

Nyatanya, aku tergantikan.

Sebelum aku terganti, ingatlah aku sebagai perempuan yang selalu ada jika kau butuh, yang selalu bersedia menjadi teman sepimu, yang menyebut namamu di dalam sujudku.

Jika aku terganti, kuharap yang mendampingimu adalah seseorang yang akan menemanimu dalam keadaan suka maupun duka, yang akan menemanimu berjuang saat roda kehidupanmu berada di titik terendah. Seseorang yang sabarnya melebihi sabarku, setianya melebihi setiaku.

Jika aku terganti, aku harap orang barumu adalah seseorang yang menyayangimu sepenuh hatinya, yang memberikanmu kebahagiaan yang mungkin selama bersamaku tidak kau dapatkan, yang selalu menyambut harimu dengan senyuman dan pelukan hangat yang menenangkan.

Jika aku benar-benar terganti, semoga harimu jauh lebih menyenangkan. Temuilah seseorang yang lebih keras memperjuangkanmu, yang lebih sabar memahamimu, lebih dari apa yang aku lakukan dulu untukmu.

Terima kasih sudah bersedia mencari penggantiku. Hatiku hanya perlu terlatih untuk patah, aku butuh ikhlas untuk melepaskan. Aku yang tergantikan akan tumbuh terus mengakar. Bersamamu mengajarkan bahwa patah tak harus mati, tapi akan bercabang untuk hidup yang lebih baik lagi. 

Dia yang menggantikan, kupercayakan ia untuk menjagamu lebih daripada aku, menemani setiap langkahmu, membersamaimu ketika kau pelik. Aku berterima kasih karena ia mampu memberikanmu segala sesuatu yang tak sanggup aku berikan.

Namun ingatlah, jika dulu aku dan kamu pernah sama-sama berjuang untuk bisa hidup dan menua bersama. Ingatlah seberapa hebat aku mencoba untuk tetap mempertahankan, seberapa kuat aku bersabar. Ingatlah bahwa aku adalah wanita yang pernah menangis sejadi-jadinya sebab rindu padamu, aku adalah wanita yang pernah tak percaya diri karena takut kau tinggal pergi, aku adalah wanita yang berusaha melupakan luka dan mengikhlaskan rasa.

Namun jika itu memang takdirNya, aku bisa ikhlas menerima takdir Tuhan yang luar biasa. Tak mengapa, aku bahagia pernah menjadi bagian penting dalam hidupmu. Sungguh, aku baik-baik saja. Tetaplah dengan senyum bahagia seperti saat bersamaku dulu.

Berbahagialah, biar kutemui pemilik rindu yang baru untukku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Things to know before getting married

Pernikahan bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi bagaimana kalian berdua tetap menjadi orang yang tepat untuk satu sama lain. Ketika sudah memilih satu sama lain menjadi pasangan hidup, berkomitmenlah untuk terus saling tumbuh. Apabila salah satu berhenti belajar dan berhenti memberikan effort satu sama lain, kualitas pernikahan akan menjadi tidak sehat dan menjadi renggang. Saling interopeksi. Saling mempelajari karakter dan kebiasaan satu sama lain. Saling kompromi. Dari ketika masih sendiri, biasakan untuk senang belajar, senang upgrade diri sendiri, tunggu dan pilih pasangan yang bisa diajak belajar dan bertumbuh bersama. Libatkan Tuhan di tengah hubungan kalian, kalian berdua ngga akan bisa make it tanpa Tuhan. Cari pria yang takut dengan Tuhan, yang paham dengan agama. Tidak perlu sampai ahli agama, tetapi setidaknya dia tahu bagaimana dia akan menjadi seorang suami dan ayah kelak. Bisa memuliakan istri, menghargai hubungan mereka berdua, dan bertanggung jawa...

Never ending crisis

Lagi-lagi dengan quarter life crisis,  belum lagi ketambahan menjadi sandwich generation. Ada orang yang berpikir kalau seseorang dikatakan terlambat karena... "di umur yang sudah menginjak 25 tahun, seseorang masih luntang lantung mencari kerja. padahal di usia tersebut banyak yang sudah bekerja di perusahaan besar" "teman-teman sudah banyak yang mengambil S2 bahkan S3, tetapi seseorang masih berjuang untuk bisa menyelesaikan sidang skripsi" "masuk kepala 3 tetapi masih belum berkeluarga, disaat yang lain sudah menimang anak kedua bahkan ketiga" Meanwhile.. Seseorang lulus kuliah di umur 22 tahun, tetapi dirinya perlu menunggu 5 tahun dulu untuk bisa memiliki pekerjaan yang secure untuk dirinya Seseorang menjadi CEO di umur 25 tahun, dan meninggal di umur 50 tahun. Sedangkan ada yang lainnya lagi menjadi CEO di umur 50 tahun dan meninggal di umur 90 tahun Obama pensiun diumurnya 45 tahun, dan Donald Trump baru memulai kesuksesannya di umurnya 70 tahun Se...

Anak Perempuan Pertama

Anak perempuan pertama mana suaranya??? Mau kasih apresiasi buat para anak perempuan pertama di luar sana. Karena jadi mereka itu pilihannya cuma dua; jadi kuat, atau pura-pura kuat. Jadi anak perempuan pertama itu harus serba bisa dan serba dewasa. Dari kecil udah dididik harus ngalah sama adik-adiknya, pas udah dewasa pun bebannya paling berat buat menuhin ekspektasi orang tua. Inget ya, anak pertama itu juga manusia. Mereka juga butuh cinta dan apresiasi. Mungkin mereka ga pernah minta, tapi gaada salahnya kalau kalian sebagai keluarganya yang peka lebih dulu. Untuk anak perempuan pertama, semangat terus ya buat mengejar mimpi-mimpi kalian. Pasti bahunya capek ya? beban seisi rumah rasanya ada di kalian semua. Tapi yakin deh, yang dilakkan dengan ikhlas pasti ada balasannya. Dan percaya, ketika kalian punya itikad baik untuk keluarga; membahagiakan orang tua dan adik-adik, akan ada rejeki berlimpah datang. Bisa aja soal karir, jodoh, bahkan minimal kalian dikelilingi orang-orang bai...