Langsung ke konten utama

Awal Tahun

Selamat malam Minggu,
Apa kabar? Aku harap siapa pun yang membaca ini, kalian dalam keadaan sehat dan dalam suasana hati yang bahagia ya.

Tulisan terakhir yang aku post di blog aku adalah tulisan penutupan akhir tahun 2020. Lalu tulisan kali ini adalah tulisan pertama yang aku post di tahun 2021. Bagaimana awal tahun 2021 kalian? Kalau aku campur aduk banget. Bahagianya ada, sedihnya juga ada. Tapi kan emang udah hukum alamnya begitu ya. Kebahagiaan dan kesedihan itu akan selalu beriringan. Ketika kita lagi bahagia, kita harus siap dengan hal-hal tak terduga yang akan terjadi. Pun sebaliknya, ketika kita sedih, percaya deh setelah itu akan selalu ada kebahagiaan yang datang.

Aku ngga akan banyak menceritakan hal-hal yang terjadi di awal tahun ini, karena sebagian besar sifatnya sangat privasi. Tapi hal pertama yang ingin aku ceritakan di sini adalah mengenai kelulusanku. Alhamdulillah studi S1 aku udah selesai. Huaaa rasanya emosional banget; bahagia iya, terharu iya, bangga iya, bersyukur iya, dan sedih juga iya. Sampai sekarang pun masih ngga nyangka ternyata aku bisa melewati itu semua. Kalau boleh flashback sedikit, perjuanganku selama kuliah bisa dibilang ngga mudah. Ketika pertama kali aku belajar bahasa Mandarin di kelas, banyak banget ketakutan-ketakutan dan keraguan yang ada di pikiran aku. Aku selalu berusaha matiin semua rasa takut, rasa ragu, rasa ngga percaya diri, dan rasa pesimis. Aku juga melewati masa-masa di mana aku ngerasa capek, fisik maupun mental aku. Lelah banget rasanya, otak aku seakan dituntut untuk kerja terus. Setiap ujian akhir, aku selalu mau nyerah, tiap akhir semester kerjaannya nangis karena takut ngeliat hasil akhir. Tapi di sisi lain aku selalu inget lagi tujuan awal aku apa? Aku inget lagi gimana perjuanganku dari awal, aku melihat alasan aku bertahan. Aku harus bisa tanggung jawab sama apa yang aku pilih dari awal. Aku selalu mengingatkan diri sendiri, kalau aku capek ya aku harus istirahat, bukannya berhenti. Aku harus menyelesaikan semuanya sampai garis finish. Alhamdulillah semua doa, niat, dan usahaku membuahkan hasil yang maksimal. Hal lain yang bikin aku ngga nyangka adalah penelitianku diapresiasi lebih sama dosen penguji ketika sidang, kata mereka penelitianku ini penelitian yang baru dan sangat menarik. Badan langsung lemes saat itu juga, ngga nyangka aku bisa memberikan hasil seperti ini. Ketika nilai akhir keluar, makin ngga nyangka bisa dapet nilai sempurna. Nangis saat itu juga, Alhamdulillah. Aku cuma mau berterima kasih sama diri sendiri karena bisa bertahan sampai titik garis finish. Mungkin cuma aku yang bener-bener tau gimana perjuanganku, manis pahitnya cukup aku aja yang ngerasain. Biar jadi kenangan tersendiri buat aku pribadi, orang lain cukup melihat hasilnya aja. Tapi tentu aja semua itu berkat doa, bantuan, dan dukungan orang-orang terdekatku. Kebaikan dan kasih sayang mereka untuk aku yang mendorong aku bisa mencapai ini semua.

Bukan cuma itu, kebahagiaan lain di hidupku yang baru aja terjadi, tepatnya bulan Februari ini adalah pernikahan sahabat aku. Virda, sahabatku dari kecil udah resmi jadi istri orang. Bahagia sekali rasanya bisa jadi saksi perjalanan kisah cinta Virda sama pasangannya. Banyak juga hal yang aku pelajari dari Virda. Ngga nyangka sekarang dia udah membangun rumah tangganya sendiri, kayanya baru kemarin aku nyanyi-nyanyi di tangga sekolah waktu SD sama tuh anak hahaha. Tetapi hidup kan terus berjalan, manusia semakin dewasa, tentu pasti ada perubahan di setiap hidup manusia. Lega rasanya ngeliat Virda sekarang udah ada di sisi orang yang tepat. Seneng banget ngeliat dia senyum dan ketawa terus ketika menjelang hari pernikahannya bahkan sampai hari pernikahannya. Semoga Virda bisa menjadi istri yang sholehah, berbakti sama suami, dan keluarga kecilnya selalu bahagia dan diberkahi Tuhan, aamiin.

Ini bukan tulisan romantis, tulisan ini hanya bentuk rasa syukur dan bahagiaku di awal tahun ini. Ngga dipungkiri, ada juga hal-hal sedih yang menyelimuti hidup aku. Tapi aku belajar untuk melihat segala hal dari sisi baiknya. Aku mau lebih banyak bersyukur. Kesedihan-kesedihan yang aku alami ngga sebanding dengan kebahagiaan yang aku dapat.

Untuk kalian semua, tetap jaga diri dan jaga kesehatan ya. Semoga kalian selalu didekatkan dengan hal-hal baik dan orang-orang baik. <3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Things to know before getting married

Pernikahan bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi bagaimana kalian berdua tetap menjadi orang yang tepat untuk satu sama lain. Ketika sudah memilih satu sama lain menjadi pasangan hidup, berkomitmenlah untuk terus saling tumbuh. Apabila salah satu berhenti belajar dan berhenti memberikan effort satu sama lain, kualitas pernikahan akan menjadi tidak sehat dan menjadi renggang. Saling interopeksi. Saling mempelajari karakter dan kebiasaan satu sama lain. Saling kompromi. Dari ketika masih sendiri, biasakan untuk senang belajar, senang upgrade diri sendiri, tunggu dan pilih pasangan yang bisa diajak belajar dan bertumbuh bersama. Libatkan Tuhan di tengah hubungan kalian, kalian berdua ngga akan bisa make it tanpa Tuhan. Cari pria yang takut dengan Tuhan, yang paham dengan agama. Tidak perlu sampai ahli agama, tetapi setidaknya dia tahu bagaimana dia akan menjadi seorang suami dan ayah kelak. Bisa memuliakan istri, menghargai hubungan mereka berdua, dan bertanggung jawa...

Never ending crisis

Lagi-lagi dengan quarter life crisis,  belum lagi ketambahan menjadi sandwich generation. Ada orang yang berpikir kalau seseorang dikatakan terlambat karena... "di umur yang sudah menginjak 25 tahun, seseorang masih luntang lantung mencari kerja. padahal di usia tersebut banyak yang sudah bekerja di perusahaan besar" "teman-teman sudah banyak yang mengambil S2 bahkan S3, tetapi seseorang masih berjuang untuk bisa menyelesaikan sidang skripsi" "masuk kepala 3 tetapi masih belum berkeluarga, disaat yang lain sudah menimang anak kedua bahkan ketiga" Meanwhile.. Seseorang lulus kuliah di umur 22 tahun, tetapi dirinya perlu menunggu 5 tahun dulu untuk bisa memiliki pekerjaan yang secure untuk dirinya Seseorang menjadi CEO di umur 25 tahun, dan meninggal di umur 50 tahun. Sedangkan ada yang lainnya lagi menjadi CEO di umur 50 tahun dan meninggal di umur 90 tahun Obama pensiun diumurnya 45 tahun, dan Donald Trump baru memulai kesuksesannya di umurnya 70 tahun Se...

Anak Perempuan Pertama

Anak perempuan pertama mana suaranya??? Mau kasih apresiasi buat para anak perempuan pertama di luar sana. Karena jadi mereka itu pilihannya cuma dua; jadi kuat, atau pura-pura kuat. Jadi anak perempuan pertama itu harus serba bisa dan serba dewasa. Dari kecil udah dididik harus ngalah sama adik-adiknya, pas udah dewasa pun bebannya paling berat buat menuhin ekspektasi orang tua. Inget ya, anak pertama itu juga manusia. Mereka juga butuh cinta dan apresiasi. Mungkin mereka ga pernah minta, tapi gaada salahnya kalau kalian sebagai keluarganya yang peka lebih dulu. Untuk anak perempuan pertama, semangat terus ya buat mengejar mimpi-mimpi kalian. Pasti bahunya capek ya? beban seisi rumah rasanya ada di kalian semua. Tapi yakin deh, yang dilakkan dengan ikhlas pasti ada balasannya. Dan percaya, ketika kalian punya itikad baik untuk keluarga; membahagiakan orang tua dan adik-adik, akan ada rejeki berlimpah datang. Bisa aja soal karir, jodoh, bahkan minimal kalian dikelilingi orang-orang bai...