Seharusnya..
Seharusnya, saya memahami batasan-batasan itu.
Seharusnya, saya tidak perlu melakukan usaha yang lebih.
Seharusnya, waktu itu saya tidak perlu merespon lagi.
Seharusnya, kedekatan ini tidak membuat saya terlalu nyaman.
Seharusnya, obrolan-obrolan itu kita buat secukupnya saja.
Seseorang pernah berkata kepada saya,
"kalau lo sampe mikir, ini orang sebenernya mau ga sih sama gue?" kemungkinan besar jawabannya engga. Kata orang itu lagi, "kalau sama-sama mau, pasti ga sulit kaya gitu, dimudahkan jalannya"
Sepertinya, dibilang menolak juga tidak. Tetapi mungkin lebih ke tidak yakin. Tidak enak rasanya jatuh cinta sama seseorang yang dia sendiri tidak yakin dengan perasaannya. Jadi, kebingungan yang ia buat itu membuat saya menjadi ikut bingung.
Perasaan-perasaan senang yang kamu kasih ke saya itu seperti tidak ada artinya, karena hal itu membuat saya berpikir "kamu bener ngga sih mau bikin saya seneng? atau kamu cuma iseng?" "kamu bersikap kaya gini ke saya doang atau engga ya?"
Satu hal yang perlu kamu tau tentang saya, saya tidak mudah jatuh cinta dengan seseorang. Tetapi sekali saya jatuh, I will give my whole universe.
Sampai akhirnya, suatu saat nanti saya pasti akan lelah berada di fase ini. Fase dimana saya tidak melihat usaha kamu, dan saya hanya bisa berpikir "apakah cuma saya di sini yang merasakan hal seperti ini?" "apakah cuma saya yang memiliki perasaan seperti ini?"
Sejatuh cinta apapun saya dengan seseorang, logika saya akan tetap jalan. Saya tidak akan membiarkan hati saya untuk terjebak di keadaan yang tidak mengenakkan seperti ini. Saya pun harus mencintai diri saya sendiri, saya harus menghargai diri saya sendiri. Ketika saya mencintai seseorang, ketika saya membuka hati saya untuk seseorang, saya memiliki limit waktu terhadap apa yang sedang saya rasakan.
Dan untuk apa-apa yang saat ini kamu rasakan terhadap saya, saya harap kamu bisa jujur dengan diri dan perasaan kamu sendiri.
Terlepas dari apa yang saya rasakan, saya berpikir bahwa mungkin saat ini perjalanan hidup saya bukan perihal cinta. Mungkin saat ini, kehidupan saya mengharuskan saya untuk sendiri terlebih dahulu. Mungkin saat ini adalah waktunya saya diperlihatkan bagaimana saya bisa peduli dengan diri saya sendiri, tidak bergantung dengan orang lain, dan menjadi rumah untuk diri saya sendiri.
Komentar
Posting Komentar