Langsung ke konten utama

Mixed Signal

Seharusnya..

Seharusnya, saya memahami batasan-batasan itu.

Seharusnya, saya tidak perlu melakukan usaha yang lebih.

Seharusnya, waktu itu saya tidak perlu merespon lagi.

Seharusnya, kedekatan ini tidak membuat saya terlalu nyaman.

Seharusnya, obrolan-obrolan itu kita buat secukupnya saja. 


Seseorang pernah berkata kepada saya,

"kalau lo sampe mikir, ini orang sebenernya mau ga sih sama gue?" kemungkinan besar jawabannya engga. Kata orang itu lagi, "kalau sama-sama mau, pasti ga sulit kaya gitu, dimudahkan jalannya"

Sepertinya, dibilang menolak juga tidak. Tetapi mungkin lebih ke tidak yakin. Tidak enak rasanya jatuh cinta sama seseorang yang dia sendiri tidak yakin dengan perasaannya. Jadi, kebingungan yang ia buat itu membuat saya menjadi ikut bingung.


Perasaan-perasaan senang yang kamu kasih ke saya itu seperti tidak ada artinya, karena hal itu membuat saya berpikir "kamu bener ngga sih mau bikin saya seneng? atau kamu cuma iseng?" "kamu bersikap kaya gini ke saya doang atau engga ya?"

Satu hal yang perlu kamu tau tentang saya, saya tidak mudah jatuh cinta dengan seseorang. Tetapi sekali saya jatuh, I will give my whole universe.


Sampai akhirnya, suatu saat nanti saya pasti akan lelah berada di fase ini. Fase dimana saya tidak melihat usaha kamu, dan saya hanya bisa berpikir "apakah cuma saya di sini yang merasakan hal seperti ini?" "apakah cuma saya yang memiliki perasaan seperti ini?"

Sejatuh cinta apapun saya dengan seseorang, logika saya akan tetap jalan. Saya tidak akan membiarkan hati saya untuk terjebak di keadaan yang tidak mengenakkan seperti ini. Saya pun harus mencintai diri saya sendiri, saya harus menghargai diri saya sendiri. Ketika saya mencintai seseorang, ketika saya membuka hati saya untuk seseorang, saya memiliki limit waktu terhadap apa yang sedang saya rasakan.

Dan untuk apa-apa yang saat ini kamu rasakan terhadap saya, saya harap kamu bisa jujur dengan diri dan perasaan kamu sendiri. 


Terlepas dari apa yang saya rasakan, saya berpikir bahwa mungkin saat ini perjalanan hidup saya bukan perihal cinta. Mungkin saat ini, kehidupan saya mengharuskan saya untuk sendiri terlebih dahulu. Mungkin saat ini adalah waktunya saya diperlihatkan bagaimana saya bisa peduli dengan diri saya sendiri, tidak bergantung dengan orang lain, dan menjadi rumah untuk diri saya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Things to know before getting married

Pernikahan bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi bagaimana kalian berdua tetap menjadi orang yang tepat untuk satu sama lain. Ketika sudah memilih satu sama lain menjadi pasangan hidup, berkomitmenlah untuk terus saling tumbuh. Apabila salah satu berhenti belajar dan berhenti memberikan effort satu sama lain, kualitas pernikahan akan menjadi tidak sehat dan menjadi renggang. Saling interopeksi. Saling mempelajari karakter dan kebiasaan satu sama lain. Saling kompromi. Dari ketika masih sendiri, biasakan untuk senang belajar, senang upgrade diri sendiri, tunggu dan pilih pasangan yang bisa diajak belajar dan bertumbuh bersama. Libatkan Tuhan di tengah hubungan kalian, kalian berdua ngga akan bisa make it tanpa Tuhan. Cari pria yang takut dengan Tuhan, yang paham dengan agama. Tidak perlu sampai ahli agama, tetapi setidaknya dia tahu bagaimana dia akan menjadi seorang suami dan ayah kelak. Bisa memuliakan istri, menghargai hubungan mereka berdua, dan bertanggung jawa...

Never ending crisis

Lagi-lagi dengan quarter life crisis,  belum lagi ketambahan menjadi sandwich generation. Ada orang yang berpikir kalau seseorang dikatakan terlambat karena... "di umur yang sudah menginjak 25 tahun, seseorang masih luntang lantung mencari kerja. padahal di usia tersebut banyak yang sudah bekerja di perusahaan besar" "teman-teman sudah banyak yang mengambil S2 bahkan S3, tetapi seseorang masih berjuang untuk bisa menyelesaikan sidang skripsi" "masuk kepala 3 tetapi masih belum berkeluarga, disaat yang lain sudah menimang anak kedua bahkan ketiga" Meanwhile.. Seseorang lulus kuliah di umur 22 tahun, tetapi dirinya perlu menunggu 5 tahun dulu untuk bisa memiliki pekerjaan yang secure untuk dirinya Seseorang menjadi CEO di umur 25 tahun, dan meninggal di umur 50 tahun. Sedangkan ada yang lainnya lagi menjadi CEO di umur 50 tahun dan meninggal di umur 90 tahun Obama pensiun diumurnya 45 tahun, dan Donald Trump baru memulai kesuksesannya di umurnya 70 tahun Se...

Anak Perempuan Pertama

Anak perempuan pertama mana suaranya??? Mau kasih apresiasi buat para anak perempuan pertama di luar sana. Karena jadi mereka itu pilihannya cuma dua; jadi kuat, atau pura-pura kuat. Jadi anak perempuan pertama itu harus serba bisa dan serba dewasa. Dari kecil udah dididik harus ngalah sama adik-adiknya, pas udah dewasa pun bebannya paling berat buat menuhin ekspektasi orang tua. Inget ya, anak pertama itu juga manusia. Mereka juga butuh cinta dan apresiasi. Mungkin mereka ga pernah minta, tapi gaada salahnya kalau kalian sebagai keluarganya yang peka lebih dulu. Untuk anak perempuan pertama, semangat terus ya buat mengejar mimpi-mimpi kalian. Pasti bahunya capek ya? beban seisi rumah rasanya ada di kalian semua. Tapi yakin deh, yang dilakkan dengan ikhlas pasti ada balasannya. Dan percaya, ketika kalian punya itikad baik untuk keluarga; membahagiakan orang tua dan adik-adik, akan ada rejeki berlimpah datang. Bisa aja soal karir, jodoh, bahkan minimal kalian dikelilingi orang-orang bai...