Kalau kita diberi kesempatan hidup sekali lagi, aku ingin dilahirkan sebagia Ibumu. Agar aku bisa menyayangimu tanpa tepi, menemani mimpi-mimpi burukmu, dan mendekapmu ketika malam tiba dan dingin menjadi teman bermain kita. Aku ingin menjadi Ibu yang tidak pernah kamu miliki, yang membantumu bangun ketika jatuh di pinggir jalan menuju rumah pohon yang kamu bangun untuk bersembunyi. Mengajarimu membaca huruf-huruf yang saat ini kamu benci, menunjukkan padamu gugusan bintang yang saat ini kamu kira menertawakan kesendirianmu di pojok bumi. Aku ingin kamu tahu bahwa akan selalu ada yang menyayangimu yaitu aku dan setiap debu-debu angkasa yang meng-aamiin-kan doa-doa kita. Aku ingin kamu percaya bahwa Tuhan itu ada, dan kamu adalah wujud cintaNya.
Aku ingin menjadi Ibumu, yang bisa kamu jadikan tempat pulang setelah kamu dibuat pusing dan lelah oleh hari-harimu. Diksimu memeluk kebekuan di antara kita, menjadikanku jatuh cinta. Nanti, aku akan menceritakan banyak kisah, terutama mengenai beragam kisah berakhir bahagia yang selama ini tidak ingin kamu percaya. Dengan begitu, ketika Tuhan bertanya langsung kepadaku mengenai kesempatan kedua yang Ia berikan, aku bisa mengatakan bahwa kamu telah bahagia dan hidup kita merepitisi letupan rona dan tawa. Yang penting kita selalu bersama, berdua saja tidak masalah.
Komentar
Posting Komentar