Langsung ke konten utama

Renungan

Aku sering berpikir bahwa masih banyak sekali hal yang ingin aku lakukan di dunia ini,
Masih banyak mimpi-mimpi dan keinginan yang ingin aku gapai saat ini,
Masih banyak tanggung jawab yang harus aku selesaikan saat ini,
Masih banyak harapan-harapan yang ingin aku wujudkan selama hidupku ini.

Aku berpikir bahwa perjalanan hidupku masih sangat panjang,
Aku masih memiliki banyak waktu, kesempatan, dan peluang untuk menggapai itu semua,
Aku berpikir bahwa aku masih memiliki banyak motivasi dan tujuan untuk tetap bertahan hidup,
Tetapi, bagaimana dengan orang-orang terdekatku? Bagaimana dengan orang-orang yang aku sayang?
Apakah mereka masih punya banyak waktu untuk bersabar menungguku dan melihat aku untuk bisa membahagiakan mereka?
Bagaimana jika mereka pergi terlebih dahulu? Bagaimana jika mereka belum sempat aku bahagiakan?

Terkadang juga aku berpikir,
Mengapa dunia terasa tidak adil ya? Mengapa hal-hal indah itu tidak berpihak kepadaku?
Tetapi, setiap keraguan  dan keputusasaanku mampir di pikiranku,
Rasanya Tuhan seperti sedang berbisik kepadaku,
"Sayangku, Aku mendengar semua kegelisahanmu. Bahkan suara hatimu yang terdalam. Tetapi yakinlah bahwa takdirKu pasti lebih baik daripada permintaanmu. Jadi, sabar dulu ya. Aku yakin kamu bisa melalui semua ini."

Aku menangis.
Bukan, semua ini bukan perihal aku tidak bersyukur atau kurang bersyukur,
Aku hanya lelah,
Lelah karena dikejar oleh waktu dan ekspektasiku sendiri.
Aku tahu, Tuhan menyimpan banyak hal baik untukku
Tuhan hanya ingin aku lebih bersabar dan terus mendekatkan diriku denganNya
Tuhan ingin aku lebih kuat dan lebih berusaha lagi
Mungkin Tuhan ingin aku memaknai hidupku jauh lebih dalam lagi..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Things to know before getting married

Pernikahan bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi bagaimana kalian berdua tetap menjadi orang yang tepat untuk satu sama lain. Ketika sudah memilih satu sama lain menjadi pasangan hidup, berkomitmenlah untuk terus saling tumbuh. Apabila salah satu berhenti belajar dan berhenti memberikan effort satu sama lain, kualitas pernikahan akan menjadi tidak sehat dan menjadi renggang. Saling interopeksi. Saling mempelajari karakter dan kebiasaan satu sama lain. Saling kompromi. Dari ketika masih sendiri, biasakan untuk senang belajar, senang upgrade diri sendiri, tunggu dan pilih pasangan yang bisa diajak belajar dan bertumbuh bersama. Libatkan Tuhan di tengah hubungan kalian, kalian berdua ngga akan bisa make it tanpa Tuhan. Cari pria yang takut dengan Tuhan, yang paham dengan agama. Tidak perlu sampai ahli agama, tetapi setidaknya dia tahu bagaimana dia akan menjadi seorang suami dan ayah kelak. Bisa memuliakan istri, menghargai hubungan mereka berdua, dan bertanggung jawa...

Never ending crisis

Lagi-lagi dengan quarter life crisis,  belum lagi ketambahan menjadi sandwich generation. Ada orang yang berpikir kalau seseorang dikatakan terlambat karena... "di umur yang sudah menginjak 25 tahun, seseorang masih luntang lantung mencari kerja. padahal di usia tersebut banyak yang sudah bekerja di perusahaan besar" "teman-teman sudah banyak yang mengambil S2 bahkan S3, tetapi seseorang masih berjuang untuk bisa menyelesaikan sidang skripsi" "masuk kepala 3 tetapi masih belum berkeluarga, disaat yang lain sudah menimang anak kedua bahkan ketiga" Meanwhile.. Seseorang lulus kuliah di umur 22 tahun, tetapi dirinya perlu menunggu 5 tahun dulu untuk bisa memiliki pekerjaan yang secure untuk dirinya Seseorang menjadi CEO di umur 25 tahun, dan meninggal di umur 50 tahun. Sedangkan ada yang lainnya lagi menjadi CEO di umur 50 tahun dan meninggal di umur 90 tahun Obama pensiun diumurnya 45 tahun, dan Donald Trump baru memulai kesuksesannya di umurnya 70 tahun Se...

Anak Perempuan Pertama

Anak perempuan pertama mana suaranya??? Mau kasih apresiasi buat para anak perempuan pertama di luar sana. Karena jadi mereka itu pilihannya cuma dua; jadi kuat, atau pura-pura kuat. Jadi anak perempuan pertama itu harus serba bisa dan serba dewasa. Dari kecil udah dididik harus ngalah sama adik-adiknya, pas udah dewasa pun bebannya paling berat buat menuhin ekspektasi orang tua. Inget ya, anak pertama itu juga manusia. Mereka juga butuh cinta dan apresiasi. Mungkin mereka ga pernah minta, tapi gaada salahnya kalau kalian sebagai keluarganya yang peka lebih dulu. Untuk anak perempuan pertama, semangat terus ya buat mengejar mimpi-mimpi kalian. Pasti bahunya capek ya? beban seisi rumah rasanya ada di kalian semua. Tapi yakin deh, yang dilakkan dengan ikhlas pasti ada balasannya. Dan percaya, ketika kalian punya itikad baik untuk keluarga; membahagiakan orang tua dan adik-adik, akan ada rejeki berlimpah datang. Bisa aja soal karir, jodoh, bahkan minimal kalian dikelilingi orang-orang bai...