Langsung ke konten utama

Titik

Nanti, semakin dewasanya kamu, semakin kamu mengerti bahwa menemukan seseorang yang bisa menjadi tempat bertukar pikiran dan tempat berkeluh kesah rasanya sangat menyenangkan sekaligus menenangkan.

Mungkin, lisannya tidak selalu berucap banyak untuk menanggapi keluh kesahmu. Namun, sekali lisannya terbuka, dirinya selalu berhasil membuatmu mengerti bahwa hidupmu tak boleh semenyedihkan itu.

Semakin bertambah usiamu pula, kamu besar dan tumbuh oleh sebagian rasa sakit yang rasanya sangat sulit sekali dihilangkan. Tetapi karena hal itu juga, kamu akan semakin cerdas untuk menemukan ke arah mana bahagiamu bermuara.

Mungkin, kita harus sama-sama belajar untuk merasa cukup. Hingga akhirnya bisa senantiasa bersyukur dengan segala apapun yang sudah berhasil terdekap. Mengerti bahwa hidup tak selalu menjadi bahan perbandingan dengan seseorang yang kita lihat selalu baik-baik saja. Karena kita tidak pernah tahu dirinya pernah sesakit apa untuk akhirnya mampu sebahagia itu.

Jika sekarang dirimu sudah menemukan seseorang yang mampu membuat rasa syukurmu terus bertambah, lantas kamu ingin mencari seseorang yang seperti apa lagi? Ingatlah bahwa mencari yang sesempurna itu hanya akan membuat dirimu lupa bahwa yang kamu butuhkan hanyalah seseorang yang bisa memberimu tenang.



Aku sedang menemani proses seorang lelaki yang sedang berjuang untukku. Semoga Tuhan senantiasa menguatkan bahunya, meringankan langkahnya, memewahkan rezekinya, dan memberkahi usahanya

Tuhan, sesayang itu aku dengan yang sekarang. Seingin itu aku untuk terus bersama dengannya. Tuhan, bolehkah jadikan ia yang terakhir di hidupku, dan jadikan aku yang terakhir di hidupnya?

Ia sederhana, tetapi dirinya istimewa dan kerap membuat segalanya menjadi lebih indah. Jatuh cinta kepadanya mengubah banyak cara pandangku tentang hidup. Aku lebih berani mengambil keputusan, aku menjadi memiliki banyak harapan. Beriringan dengannya begitu menenangkan. Patahku ia bantu sembuhkan, hancurku ia susun ulang, melanjutkan hidupku dengannya adalah doaku yang sekarang.

Ia manusia biasa; tetapi setiap kali ia marah, ia tidak pernah membentak, dan tutur katanya masih terarah. Menasihati tanpa menghakimi, membimbing tanpa merasa memimpin.

Ia adalah seseorang yang selama ini aku butuhkan untuk kujadikan pelabuhan terakhir. Lika-liku hidup menjadi lebih mudah saat tangannya kugenggam. Apapun yang akan terjadi, aku tahu ia akan tetap di sini. Tugasku sekarang adalah mengutuhkan perasaanku hanya untuknya. Dunia terlalu luas dan aku sudah tidak ingin mencari lagi, sebab ia telah melebur ke segalaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Things to know before getting married

Pernikahan bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi bagaimana kalian berdua tetap menjadi orang yang tepat untuk satu sama lain. Ketika sudah memilih satu sama lain menjadi pasangan hidup, berkomitmenlah untuk terus saling tumbuh. Apabila salah satu berhenti belajar dan berhenti memberikan effort satu sama lain, kualitas pernikahan akan menjadi tidak sehat dan menjadi renggang. Saling interopeksi. Saling mempelajari karakter dan kebiasaan satu sama lain. Saling kompromi. Dari ketika masih sendiri, biasakan untuk senang belajar, senang upgrade diri sendiri, tunggu dan pilih pasangan yang bisa diajak belajar dan bertumbuh bersama. Libatkan Tuhan di tengah hubungan kalian, kalian berdua ngga akan bisa make it tanpa Tuhan. Cari pria yang takut dengan Tuhan, yang paham dengan agama. Tidak perlu sampai ahli agama, tetapi setidaknya dia tahu bagaimana dia akan menjadi seorang suami dan ayah kelak. Bisa memuliakan istri, menghargai hubungan mereka berdua, dan bertanggung jawa...

Never ending crisis

Lagi-lagi dengan quarter life crisis,  belum lagi ketambahan menjadi sandwich generation. Ada orang yang berpikir kalau seseorang dikatakan terlambat karena... "di umur yang sudah menginjak 25 tahun, seseorang masih luntang lantung mencari kerja. padahal di usia tersebut banyak yang sudah bekerja di perusahaan besar" "teman-teman sudah banyak yang mengambil S2 bahkan S3, tetapi seseorang masih berjuang untuk bisa menyelesaikan sidang skripsi" "masuk kepala 3 tetapi masih belum berkeluarga, disaat yang lain sudah menimang anak kedua bahkan ketiga" Meanwhile.. Seseorang lulus kuliah di umur 22 tahun, tetapi dirinya perlu menunggu 5 tahun dulu untuk bisa memiliki pekerjaan yang secure untuk dirinya Seseorang menjadi CEO di umur 25 tahun, dan meninggal di umur 50 tahun. Sedangkan ada yang lainnya lagi menjadi CEO di umur 50 tahun dan meninggal di umur 90 tahun Obama pensiun diumurnya 45 tahun, dan Donald Trump baru memulai kesuksesannya di umurnya 70 tahun Se...

Anak Perempuan Pertama

Anak perempuan pertama mana suaranya??? Mau kasih apresiasi buat para anak perempuan pertama di luar sana. Karena jadi mereka itu pilihannya cuma dua; jadi kuat, atau pura-pura kuat. Jadi anak perempuan pertama itu harus serba bisa dan serba dewasa. Dari kecil udah dididik harus ngalah sama adik-adiknya, pas udah dewasa pun bebannya paling berat buat menuhin ekspektasi orang tua. Inget ya, anak pertama itu juga manusia. Mereka juga butuh cinta dan apresiasi. Mungkin mereka ga pernah minta, tapi gaada salahnya kalau kalian sebagai keluarganya yang peka lebih dulu. Untuk anak perempuan pertama, semangat terus ya buat mengejar mimpi-mimpi kalian. Pasti bahunya capek ya? beban seisi rumah rasanya ada di kalian semua. Tapi yakin deh, yang dilakkan dengan ikhlas pasti ada balasannya. Dan percaya, ketika kalian punya itikad baik untuk keluarga; membahagiakan orang tua dan adik-adik, akan ada rejeki berlimpah datang. Bisa aja soal karir, jodoh, bahkan minimal kalian dikelilingi orang-orang bai...