Nanti, semakin dewasanya kamu, semakin kamu mengerti bahwa menemukan seseorang yang bisa menjadi tempat bertukar pikiran dan tempat berkeluh kesah rasanya sangat menyenangkan sekaligus menenangkan.
Mungkin, lisannya tidak selalu berucap banyak untuk menanggapi keluh kesahmu. Namun, sekali lisannya terbuka, dirinya selalu berhasil membuatmu mengerti bahwa hidupmu tak boleh semenyedihkan itu.
Semakin bertambah usiamu pula, kamu besar dan tumbuh oleh sebagian rasa sakit yang rasanya sangat sulit sekali dihilangkan. Tetapi karena hal itu juga, kamu akan semakin cerdas untuk menemukan ke arah mana bahagiamu bermuara.
Mungkin, kita harus sama-sama belajar untuk merasa cukup. Hingga akhirnya bisa senantiasa bersyukur dengan segala apapun yang sudah berhasil terdekap. Mengerti bahwa hidup tak selalu menjadi bahan perbandingan dengan seseorang yang kita lihat selalu baik-baik saja. Karena kita tidak pernah tahu dirinya pernah sesakit apa untuk akhirnya mampu sebahagia itu.
Jika sekarang dirimu sudah menemukan seseorang yang mampu membuat rasa syukurmu terus bertambah, lantas kamu ingin mencari seseorang yang seperti apa lagi? Ingatlah bahwa mencari yang sesempurna itu hanya akan membuat dirimu lupa bahwa yang kamu butuhkan hanyalah seseorang yang bisa memberimu tenang.
Aku sedang menemani proses seorang lelaki yang sedang berjuang untukku. Semoga Tuhan senantiasa menguatkan bahunya, meringankan langkahnya, memewahkan rezekinya, dan memberkahi usahanya
Tuhan, sesayang itu aku dengan yang sekarang. Seingin itu aku untuk terus bersama dengannya. Tuhan, bolehkah jadikan ia yang terakhir di hidupku, dan jadikan aku yang terakhir di hidupnya?
Ia sederhana, tetapi dirinya istimewa dan kerap membuat segalanya menjadi lebih indah. Jatuh cinta kepadanya mengubah banyak cara pandangku tentang hidup. Aku lebih berani mengambil keputusan, aku menjadi memiliki banyak harapan. Beriringan dengannya begitu menenangkan. Patahku ia bantu sembuhkan, hancurku ia susun ulang, melanjutkan hidupku dengannya adalah doaku yang sekarang.
Ia manusia biasa; tetapi setiap kali ia marah, ia tidak pernah membentak, dan tutur katanya masih terarah. Menasihati tanpa menghakimi, membimbing tanpa merasa memimpin.
Ia adalah seseorang yang selama ini aku butuhkan untuk kujadikan pelabuhan terakhir. Lika-liku hidup menjadi lebih mudah saat tangannya kugenggam. Apapun yang akan terjadi, aku tahu ia akan tetap di sini. Tugasku sekarang adalah mengutuhkan perasaanku hanya untuknya. Dunia terlalu luas dan aku sudah tidak ingin mencari lagi, sebab ia telah melebur ke segalaku.
Komentar
Posting Komentar