Hei, Tuan
yang sudah membuatku jatuh hati,
yang membuatku banyak berpikir dan belajar mengerti,
yang membiarkan hatiku merapalkan doa dan ingin;
perihal hari ini, esok, dan jutaan nanti.
Tuan,
terima kasih sudah menggenggam jemariku,
membuaku percaya bahwa kau akan menjaga cintaku dengan baik,
terima kasih sudah menjadi warna untuk semua musim di hidupku,
terima kasih sudah memilihku di antara banyak kemungkinan yang bisa kau dapatkan.
Tuan,
barangkali langkah kaki kita tak akan mudah,
barangkali yang hari ini kita percayai ialah apa-apa yang menjelma ragu di kemudian hari,
barangkali 'selamanya' hanyalah kata yang terangkum dalam kamus bahasa,
yang nyatanya tak pernah ada.
Namun Tuan, tetaplah tinggal di sisi,
mempertahankan rasa sampai kita melupa pergi.
Komentar
Posting Komentar