Langsung ke konten utama

Sebuah Petuah

Dalam sebuah hubungan, aku rasa perlu untuk kita menyiapkan setidaknya ruang kecewa. Kita dan pasangan kita hanyalah manusia biasa, suatu saat pasti akan ada masanya pasangan kita tidak sesuai dengan harapan kita. Jangan pernah sesekali membandingkan pasangan kita dengan orang lain. Tentu ada poin baik di diri pasangan kita yang tidak ada di diri orang lain.

Siapkan ruang maaf, siapkan ruang ikhlas. Karena mengasihi adalah tentang pengampunan, kesalahan yang memang masih bisa dibicarakan kembali dimaafkan dan jangan pernah diungkit kembali. Segera selesaikan permasalahan, karena sebuah pertengkaran sangat lumrah terjadi, sebisa mungkin selesaikan pada hari itu dan kembalilah berbahagia bersama di esok harinya.

Say NO untuk silent treatment. Aku belajar bahwa sangat penting untuk kita dapat mengutarakan apa yang ada di hati dan pikiran kita, mengutarakan hal-hal yang sekiranya membuat kita tidak nyaman. Awalnya aku berpikir bahwa komunikasi adalah sebuah kunci dalam hubungan. Tetapi, menurutku komunikasi dan bisa saling memahami adalah kunci utamanya. Semua orang tentu bisa berkomunikasi, tetapi apakah mereka sudah berkomunikasi dan menyampaikan hal yang ingin mereka sampaikan itu dengan cukup baik? Percuma jika kita sudah berkomunikasi dengan pasangan tetapi nyatanya pasangan kita tidak memahami apa yang kita maksud. Segala kekhawatiranmu tentang hubunganmu, tentang pasanganmu, sebaiknya langsung komunikasikan kepada pasanganmu untuk bersama-sama mencari jalan keluar.

"Respect" atau saling menghormati dalam sebuah hubungan juga sangat penting. Memberikan apresiasi yang pantas pada pasanganmu, beri kasih sayang yang setidaknya sama (jangan sampai salah satu merasa tidak mendapat feedback yang baik). Jangan pernah menganggap salah satu di antara kalian adalah yang dominan.

Selalu ingat bahwa egois itu adalah pemecah hubungan. Alangkah baiknya menurunkan salah satu ego jika sedang terlibat dalam suatu perdebatan atau pertengkaran. Tidak penting siapa yang menang dalam perdebatan atau pertengkaran, ingat kembali visi misi dan alasan kalian mempertahankan hubungan yang telah kalian mulai bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Things to know before getting married

Pernikahan bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi bagaimana kalian berdua tetap menjadi orang yang tepat untuk satu sama lain. Ketika sudah memilih satu sama lain menjadi pasangan hidup, berkomitmenlah untuk terus saling tumbuh. Apabila salah satu berhenti belajar dan berhenti memberikan effort satu sama lain, kualitas pernikahan akan menjadi tidak sehat dan menjadi renggang. Saling interopeksi. Saling mempelajari karakter dan kebiasaan satu sama lain. Saling kompromi. Dari ketika masih sendiri, biasakan untuk senang belajar, senang upgrade diri sendiri, tunggu dan pilih pasangan yang bisa diajak belajar dan bertumbuh bersama. Libatkan Tuhan di tengah hubungan kalian, kalian berdua ngga akan bisa make it tanpa Tuhan. Cari pria yang takut dengan Tuhan, yang paham dengan agama. Tidak perlu sampai ahli agama, tetapi setidaknya dia tahu bagaimana dia akan menjadi seorang suami dan ayah kelak. Bisa memuliakan istri, menghargai hubungan mereka berdua, dan bertanggung jawa...

Never ending crisis

Lagi-lagi dengan quarter life crisis,  belum lagi ketambahan menjadi sandwich generation. Ada orang yang berpikir kalau seseorang dikatakan terlambat karena... "di umur yang sudah menginjak 25 tahun, seseorang masih luntang lantung mencari kerja. padahal di usia tersebut banyak yang sudah bekerja di perusahaan besar" "teman-teman sudah banyak yang mengambil S2 bahkan S3, tetapi seseorang masih berjuang untuk bisa menyelesaikan sidang skripsi" "masuk kepala 3 tetapi masih belum berkeluarga, disaat yang lain sudah menimang anak kedua bahkan ketiga" Meanwhile.. Seseorang lulus kuliah di umur 22 tahun, tetapi dirinya perlu menunggu 5 tahun dulu untuk bisa memiliki pekerjaan yang secure untuk dirinya Seseorang menjadi CEO di umur 25 tahun, dan meninggal di umur 50 tahun. Sedangkan ada yang lainnya lagi menjadi CEO di umur 50 tahun dan meninggal di umur 90 tahun Obama pensiun diumurnya 45 tahun, dan Donald Trump baru memulai kesuksesannya di umurnya 70 tahun Se...

Anak Perempuan Pertama

Anak perempuan pertama mana suaranya??? Mau kasih apresiasi buat para anak perempuan pertama di luar sana. Karena jadi mereka itu pilihannya cuma dua; jadi kuat, atau pura-pura kuat. Jadi anak perempuan pertama itu harus serba bisa dan serba dewasa. Dari kecil udah dididik harus ngalah sama adik-adiknya, pas udah dewasa pun bebannya paling berat buat menuhin ekspektasi orang tua. Inget ya, anak pertama itu juga manusia. Mereka juga butuh cinta dan apresiasi. Mungkin mereka ga pernah minta, tapi gaada salahnya kalau kalian sebagai keluarganya yang peka lebih dulu. Untuk anak perempuan pertama, semangat terus ya buat mengejar mimpi-mimpi kalian. Pasti bahunya capek ya? beban seisi rumah rasanya ada di kalian semua. Tapi yakin deh, yang dilakkan dengan ikhlas pasti ada balasannya. Dan percaya, ketika kalian punya itikad baik untuk keluarga; membahagiakan orang tua dan adik-adik, akan ada rejeki berlimpah datang. Bisa aja soal karir, jodoh, bahkan minimal kalian dikelilingi orang-orang bai...