Langsung ke konten utama

Apresiasi

Bagaimana kalian mendefinisikan "saling mengerti?"

Contohnya ketika memiliki pasangan; sang wanita suka ketika hubungan mereka berdua diperlihatkan ke publik, tetapi sang pria tidak menyukainya. Lalu jika sang wanita mengalah, apakah itu artinya saling mengerti?

Ketika sang wanita suka berbincang bersama, tetapi sang pria merasa cukup dengan mengetahui bahwa semuanya baik-baik saja, sampai akhirnya mereka menjadi jarang untuk berkomunikasi. Apakah itu yang dinamakan saling mengerti?

Ketika sang wanita senang dibujuk ketika sedang marah, tetapi sang pria tidak mau ambil pusing dan berujung mereka saling diam. Apakah itu saling mengerti?

Ketika sang pria memprivasi hubungannya dari keluarganya sedangkan sang wanita memngenalkan sang pria ke keluarga besarnya, sampai akhirnya mereka tidak pernah membicarakan keseriusan satu sama lain lagi. Apakah itu yang dinamakan saling mengerti?

Ketika sang pria sibuk, sang wanita gengsi memberi kabar terlebih dahulu. Sehingga setiap hari hanya bertengkar perihal kabar. Apakah itu saling mengerti?

Ketika sang wanita senang mendengarkan suara sang pria, tetapi sang pria tidak peduli dan hanya mementingkan hubungannya baik-baik saja sehingga sang wanita tidak banyak berbicara lagi. Apakah itu saling mengerti?


Menyampaikan ketidaknyamanan itu tidak mudah, tidak menyampaikan ketidaknyamanan juga membuat hidup tidak mudah. Semakin dewasa, semakin sadar bahwa yang dibutuhkan itu komunikasi yang jelas, bukan menebak-nebak isi pikiran orang lain.

Sebagai seseorang yang cukup tidak suka terlibat konflik, hal yang membuat aku terkadang menunda pembicaraan yang tidak nyaman adalah karena aku takut membuat orang lain kecewa, dan merasa bahwa pada saat itu adalah bukan waktu yang tepat untuk berbicara. Tetapi sayangnya, menghindari konflik justru membuat konfliknya menjadi lebih besar dan dampaknya jangka panjang.

Aku selalu belajar dan berusaha untuk menerapkan hal-hal yang berkaitan dengan "kompromi" di dalam hubunganku. Tidak lupa juga untuk menerapkan sikap apresiasi ketimbang emosi.

Ketika masa-masa PDKT, setiap hari sepertinya ada saja hal baru dan menyenangkan yang kita notice dari pasangan kita. Setiap hari perasaan berbunga-bunga, hari-hari rasanya lebih manis untuk dijalani. Tetapi bagaimana ketika udah memiliki komitmen? Apakah hari-hari kita masih terasa manis? Tentu tidak sepenuhnya.

Dari banyaknya pelajaran hidup yang aku pelajari terkait relationship, ada hal penting yang menurutku jangan sampai kita tidak pernah melakukannya untuk pasangan kita, yaitu apresiasi. Kita suka lupa betapa pentingnya apresiasi, karena setiap pasangan itu butuh perhatian dengan caranya yang berbeda-beda.

Ketika yang kita pikirkan "dia melakukan sesuatu ya emmang udah seharusnya dia begitu". Padahal yang sebenarnya adalah dia melakukannya demi kita. Dinotice apalagi dipuji membuat pasangan menjadi merasa berarti dan dihargai. 

Dia akan mikir "oh ternyata dia suka." "oh ternyata yang gue lakuin ke dia itu sangat berarti ya, dia seneng banget." "ternyata kehadiran gue berharha ya buat dia."

Apresiasi pasangan itu sesimpel kita bilang:

"Aku seneng banget kamu ngajak aku jalan."

"Ngobrol sama kamu moodbooster banget. Terima kasih ya udah nemenin aku."

"Penampilan kamu bagus hari ini."

Menurutku, apresiasi adalah kunci hubungan yang menyenangkan.

Apresiasi membuat pasangan merasa baik dengan apa yang udah dia lakukan. Dia pun akan nyaman menghabiskan waktu bersama kita. Jangan lupa apresiasi pasangan kalian ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Things to know before getting married

Pernikahan bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi bagaimana kalian berdua tetap menjadi orang yang tepat untuk satu sama lain. Ketika sudah memilih satu sama lain menjadi pasangan hidup, berkomitmenlah untuk terus saling tumbuh. Apabila salah satu berhenti belajar dan berhenti memberikan effort satu sama lain, kualitas pernikahan akan menjadi tidak sehat dan menjadi renggang. Saling interopeksi. Saling mempelajari karakter dan kebiasaan satu sama lain. Saling kompromi. Dari ketika masih sendiri, biasakan untuk senang belajar, senang upgrade diri sendiri, tunggu dan pilih pasangan yang bisa diajak belajar dan bertumbuh bersama. Libatkan Tuhan di tengah hubungan kalian, kalian berdua ngga akan bisa make it tanpa Tuhan. Cari pria yang takut dengan Tuhan, yang paham dengan agama. Tidak perlu sampai ahli agama, tetapi setidaknya dia tahu bagaimana dia akan menjadi seorang suami dan ayah kelak. Bisa memuliakan istri, menghargai hubungan mereka berdua, dan bertanggung jawa...

Never ending crisis

Lagi-lagi dengan quarter life crisis,  belum lagi ketambahan menjadi sandwich generation. Ada orang yang berpikir kalau seseorang dikatakan terlambat karena... "di umur yang sudah menginjak 25 tahun, seseorang masih luntang lantung mencari kerja. padahal di usia tersebut banyak yang sudah bekerja di perusahaan besar" "teman-teman sudah banyak yang mengambil S2 bahkan S3, tetapi seseorang masih berjuang untuk bisa menyelesaikan sidang skripsi" "masuk kepala 3 tetapi masih belum berkeluarga, disaat yang lain sudah menimang anak kedua bahkan ketiga" Meanwhile.. Seseorang lulus kuliah di umur 22 tahun, tetapi dirinya perlu menunggu 5 tahun dulu untuk bisa memiliki pekerjaan yang secure untuk dirinya Seseorang menjadi CEO di umur 25 tahun, dan meninggal di umur 50 tahun. Sedangkan ada yang lainnya lagi menjadi CEO di umur 50 tahun dan meninggal di umur 90 tahun Obama pensiun diumurnya 45 tahun, dan Donald Trump baru memulai kesuksesannya di umurnya 70 tahun Se...

Anak Perempuan Pertama

Anak perempuan pertama mana suaranya??? Mau kasih apresiasi buat para anak perempuan pertama di luar sana. Karena jadi mereka itu pilihannya cuma dua; jadi kuat, atau pura-pura kuat. Jadi anak perempuan pertama itu harus serba bisa dan serba dewasa. Dari kecil udah dididik harus ngalah sama adik-adiknya, pas udah dewasa pun bebannya paling berat buat menuhin ekspektasi orang tua. Inget ya, anak pertama itu juga manusia. Mereka juga butuh cinta dan apresiasi. Mungkin mereka ga pernah minta, tapi gaada salahnya kalau kalian sebagai keluarganya yang peka lebih dulu. Untuk anak perempuan pertama, semangat terus ya buat mengejar mimpi-mimpi kalian. Pasti bahunya capek ya? beban seisi rumah rasanya ada di kalian semua. Tapi yakin deh, yang dilakkan dengan ikhlas pasti ada balasannya. Dan percaya, ketika kalian punya itikad baik untuk keluarga; membahagiakan orang tua dan adik-adik, akan ada rejeki berlimpah datang. Bisa aja soal karir, jodoh, bahkan minimal kalian dikelilingi orang-orang bai...