Dear Gege,
Kutuliskan sebuah rasa syukurku atas kehadiran kamu di hidupku.
Terima kasih untuk kehadiran kamu yang tidak pernah hilang dari awal kamu mencoba masuk ke duniaku. Terima kasih untuk perhatian kamu yang tidak pernah berkurang sejak awal kita kenal dan kamu memutuskan untuk mendekatiku. Terima kasih untuk kata-kata cinta yang tidak pernah hilang kadarnya. Aku bersyukur atas dipertemukan aku dengan manusia sebaik kamu, manusia yang begitu mencintaiku, manusia yang menempatkan kebahagiaanku dalam pelukanmu, manusia yang menjamin setiap senyumku akan hidup karenamu. Juga mensyukuri ntuk setiap perjalanan yang sudah aku lalui bersama kamu. Tentu sedikit melelahkan, tetapi kamu selalu punya cara agar lelah itu tidak aku rasakan. Aku bersyukur atas ketahanan kita selama ini. Meski ada permasalahan kecil pun besar, tetapi kamu selalu tenang menghadapinya. Meski banyak amarahku yang menyulut emosimu, kamu tidak pernah menghukumku.
Terima kasih telah berusaha menjadi sebaik-baiknya manusia yang selalu menghargai segala bentuk kekuranganku. Terima kasih karena kamu sudah bersedia mencintai segala resah, cemburu, dan juga amarah yang terkadang tidak dapat aku kendalikan. Terima kasih telah memeluk dan menemani semua sepiku tanpa ragu. Meski mungkin kamu pernah kesepian sebab hadirku tidak selalu menenangkan. Tetapi ku bersyukur menemukanmu yang sampai hari ini masih menemani masa-masaku di dunia.
Teruntuk manusia yang selalu aku cintai dengan sungguh. Terima kasih telah memperkenalkanku dengan bagian terbaik dari dunia. Denganmu, aku bisa melihat banyak hal indah yang tidak pernah aku temukan sebelumnya. Bersamamu, pandanganku lebih terbuka dan berwarna, ternyata masih banyak hal yang perlu aku syukuri dari kebaikan-kebaikan Tuhan yang sering terlupakan. Bersamamu, aku menjadi manusia yang tidak pernah lupa berterima kasih, sebab Tuhan titipkan umur yang bermakna di hidupku dan kamu sebagai pelengkap di dalamnya. Semenjak memutuskan menerima kamu di kehidupanku, semestaku sudah tidak lagi berantakan. Dengan sabar kamu menata kembali rasa percaya yang dulu pernah hilang dariku. Dalam keadaan sekarat dan rasa sakit yang tidak kunjung sembuh, kamu merawatku hingga lupa bahwa aku pernah dipatahkan.
Teruntuk kamu, manusia yang tidak pernah kehabisan rasa sabar. Terima kasih telah mengajakku berlari dari kubangan masa lalu yang kelam. Akan aku pastikan rasa sayang dan cintaku selalu tumbuh membersamai hidupmu yang panjang. Meski banyak kata yang tercekat sebab air mata bahagia yang tidak pernah berjeda, aku akan tetap menulismu sebagai Aamiin yang kutitipkan kepada angin. Semoga sampai pada Tuhan, bahwa di dunia ini aku sudah tidak membutuhkan apa pun lagi kecuali kedua tanganmu yang senantiasa menggenggam seluruh resahku. Aku mencintaimu, dan akan selalu abadi sampai waktunya nanti langit mengajakku pulang.
Last but not least, khawatir jika aku belum terlalu cukup berterima kasih kepada kamu atas segala kebaikanmu;
Terima kasih selalu rela menemaniku kemanapun dan memastikan diriku selalu aman. Terima kasih untuk setiap makanan dan jajanan yang kamu belikan untuk memuaskan perutku. Terima kasih untuk segala bentuk kencan yang kamu rencanakan untuk kita, dan kamu selalu mengutamakan keinginanku. Terima kasih untuk segala waktu berkualitas yang kamu berikan kepadaku sesederhana saling bertukar cerita dikala pulang dari lelahnya bekerja.
Thank you for showing me that love is real. We made it, and nothing’s ever gonna stop us, we just didn’t survive this year –we thrived together.
Selamat satu tahun sayang. Mari jatuh saling jatuh cinta tanpa batas waktu, untuk selamanya.
Salam sayang,
Anggi
Komentar
Posting Komentar